Tuesday, November 16, 2010

Membunuh Perilaku Hewani (Refleksi Menyongsong Idul Adha 1431 H)



Sejarah Kenabian Ibrahim a.s. dengan putranya, Ismail a.s. merupakan muasal tonggak ajaran Islam untuk berkurban. Dalam sejarah tersebut, betapa beratnya untuk mengorbankan anak kandung tercinta.
Padahal anak tersebut sangat dirindukan. Sebab, sampai pada usia tua Nabi Ibrahim a.s. masih sangat sulit mendapatkan keturunan. Sehingga menimbulkan keresahan karena khawatir siapa yang akan menjadi penerus bagi tugas kenabian.

Anak yang dicintai, Ismail a.s. yang masih muda belia dan lucu-lucunya untuk diajak bermain, harus disembelih. Demikian perintah yang diperoleh sang ayah. Dan hal itu dikabarkan kepada istri maupun anak tercinta. Ini merupakan perintah yang tidak bisa diabaikan. Sebab, sebagai Nabi tentunya mempunyai syariatnya tersendiri. Dengan amat berat disampaikan juga kepada keduanya; istri dan anaknya. Lalu, apa yang dijawab sang anak. Sungguh, di luar dugaan. Kalau hal itu merupakan perintah Allah swt, maka saya akan siap untuk dikurbankan. Demikian jawaban anak. Subhanallah! (lanjut...)

Monday, November 15, 2010

Rajawali dan Burung Nuri (Cerita inspiratif)

Seekor rajawali terbang melintasi kota mulai dari terbitnya sang mentari sampai dengan munculnya sang cantik rembulan. Tubuhnya tidaklah terlalu besar. Sayapnya tidaklah indah yatu berwarna gelap pudar dan mulai berguguran beberapa bulunya. Didekat matanya terdapat sebuah bekas luka, bekas cakaran untuk memperebutkan daging makanan kesukaannya. Namun dengan berbagai macam kondisi yang dimilikinya sang rajawali masih bisa terbang diatas hiruk pikuk kehidupan.

Pada suatu hari sang rajawali merasa lelah. Perutnya memang lapar belum terisi daging kesukaannya. Diputuskanlah sang rajawali berhenti sejenak merapatkan sayapnya di atas sebuah atap rumah. Matanya yang tajam menangkap sebuah pemandangan yang menarik. Di seberangnya terdapat seekor burung nuri. Sayapnya sangat indah dengan tiga corak warna yang begitu mempesona. Tubuhnya masih mulus tanpa luka goresan. Suaranya dapat bernyanyi dengan merdu sehingga dapat melenakan orang yang mendengarnya. Nuri itu berdiam didalam sebuah sangkar yang cukup luas dengan berbagai mainan kesukaannya. Sebuah track roda berlari untuknya berolahraga, makanan kesukaannya yang siap sedia dan berbagai potongan ranting untuk tempatnya berhinggap. Tak mungkin mata rajawali tak silau memandang karena sarang burung nuri terbuat dari emas yang berkilau memantulkan cahaya sang mentari.

Thursday, November 11, 2010

Tips Mengusir Malas Bangun Pagi

Tips Mengusir Malas Bangun Pagi

Ketika anda bangun tidur di pagi hari, pastinya Anda akan bermalas-malas ria di tempat tidur Anda untuk beranjak bangun. Bila Anda susah untuk bangkit dari tempat tidur setiap pagi, sebenarnya wajar-wajar saja. Coba atasi dengan siasat berikut ini.

Catat hal baik yang akan terjadi hari ini. Sebelum tidur, tempel catatan di jam weker berisi hal menyenangkan di keesokan hari. “Selama tidur terjadi perubahan hormon. Akibatnya, begitu terbangun di pagi hari, sebagian besar orang akan merasa bad mood. Dengan membayangkan senangnya makan siang bersama teman atau serunya acara televisi malam hari nanti, suasana hati akan membaik,” kata Dana Lightman PhD, psikolog perilaku di Abington, PA.

Tuesday, November 9, 2010

Obama speech in University of Indonesia

Remarks of President Barack Obama -  As Prepared for Delivery
Jakarta, Indonesia
November 10, 2010
 
As Prepared for Delivery—
 
Assalamualaikum, salam sejahtera. Pulang kampung nih
 
Thank you for this wonderful welcome. Thank you to the people of Jakarta . And thank you to the people of Indonesia .
 
I am so glad that I made it to Indonesia , and that Michelle was able to join me. We had a couple of false starts this year, but I was determined to visit a country that has meant so much to me. Unfortunately, it’s a fairly quick visit, but I look forward to coming back a year from now, when Indonesia hosts the East Asia Summit.
 
Before I go any further, I want to say that our thoughts and prayers are with all of those Indonesians affected by the recent tsunami and volcanic eruptions – particularly those who have lost loved ones, and those who have been displaced. As always, the United States stands with Indonesia in responding to this natural disaster, and we are pleased to be able to help as needed. As neighbors help neighbors and families take in the displaced, I know that the strength and resilience of the Indonesian people will pull you through once more.
 

Monday, November 8, 2010

Ada Apa di Balik Musibah?


 

Musibah dan bencana merupakan bagian dari takdir Allah Yang Maha Bijaksana. Allah ta’ala berfirman (yang artinya),“Tidaklah menimpa suatu musibah kecuali dengan izin Allah. Barang siapa yang beriman kepada Allah maka Allah akan berikan petunjuk ke dalam hatinya.” (QS. at-Taghabun: 11).

Abu Dhabyan berkata: Dahulu kami duduk-duduk bersama Alqomah, ketika dia membaca ayat ini ‘Barang siapa yang beriman kepada Allah maka Allah akan menunjuki hatinya’ dan beliau ditanya tentang maknanya. Beliau menjawab, “Orang -yang dimaksud dalam ayat ini- adalah seseorang yang tertimpa musibah dan mengetahui bahwasanya musibah itu berasal dari sisi Allah maka dia pun merasa ridha dan pasrah kepada-Nya.”. Sa’id bin Jubair dan Muqatil bin Hayyan menafsirkan, “Yaitu -Allah akan menunjuki hatinya- sehingga mampu mengucapkan istirja’ yaitu Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un.” (lihat Tafsir al-Qur’an al-’Azhim [4/391])